Jumat, 08 Mei 2015

Yuk Ke BADUY

Orang Kanekes memiliki hubungan sejarah dengan orang Sunda. Penampilan fisik dan bahasa mereka mirip dengan orang-orang Sunda pada umumnya. Satu-satunya perbedaan adalah kepercayaan dan cara hidup mereka. Orang Kanekes menutup diri dari pengaruh dunia luar dan secara ketat menjaga cara hidup mereka yang tradisional, sedangkan orang Sunda lebih terbuka kepada pengaruh asing dan mayoritas memeluk Islam.
Masyarakat Kanekes secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu, panamping, dan dangka (Permana, 2001).


Kelompok tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Kanekes Dalam (Baduy Dalam), yang paling ketat mengikuti adat, yaitu warga yang tinggal di tiga kampung: Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Ciri khas Orang Kanekes Dalam adalah pakaiannya berwarna putih alami dan biru tua serta memakai ikat kepala putih. Mereka dilarang secara adat untuk bertemu dengan orang asing.
Kanekes Dalam adalah bagian dari keseluruhan orang Kanekes. Tidak seperti Kanekes Luar, warga Kanekes Dalam masih memegang teguh adat-istiadat nenek moyang mereka.
Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Kanekes Dalam antara lain:


  • Tidak diperkenankan menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi
  • Tidak diperkenankan menggunakan alas kaki
  • Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali rumah sang Pu'un atau ketua adat)
  • Larangan menggunakan alat elektronik (teknologi)
  • Menggunakan kain berwarna hitam/putih sebagai pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri serta tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern. Kelompok masyarakat kedua yang disebut panamping adalah mereka yang dikenal sebagai Kanekes Luar (Baduy Luar), yang tinggal di berbagai kampung yang tersebar mengelilingi wilayah Kanekes Dalam, seperti Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh, Cisagu, dan lain sebagainya. Masyarakat Kanekes Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam.

Kanekes Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Kanekes Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya warga Kanekes Dalam ke Kanekes Luar:
  • Mereka telah melanggar adat masyarakat Kanekes Dalam.
  • Berkeinginan untuk keluar dari Kanekes Dalam
  • Menikah dengan anggota Kanekes Luar
Ciri-ciri masyarakat orang Kanekes Luar

  • Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik.
  • Proses pembangunan rumah penduduk Kanekes Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Kanekes Dalam.
  • Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
  • Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
  • Mereka tinggal di luar wilayah Kanekes Dalam.
  • Sebagian di antara mereka telah terpengaruh dan berpindah agama menjadi seorang muslim dalam jumlah cukup signifikan.

PENASARAN....
ANDA MAU KE BADUY....

Kami bantu anda untuk sampai kesana sampai di Baduy Dalam. ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan sebagai berikut

Biaya Tour Baduy:
  • 1 Pax Call me 
  • 2 Pax Call me
  • 3 Pax Call me
  • 4 Pax Call me
  • 5 Pax dan selebihnya Call me

Aturan Mainnya Saat Berada di Baduy Dalam

  • Dilarang mengambil foto baik itu SLR/HP atau melukis atau apapun pada saat di Baduy Dalam
  • Tidak diperkenankan atau dilarang memberikan mainan atau apapun kepada anak-anak Baduy Dalam
  • Dilarang mandi dan mencuci menggunakan sabun, odol atau yang mengandung bahan kimia lainnya pada saat berada di Baduy Dalam
  • Wajib menjaga kebersihan (sampah apapun tidak boleh di buang sembarangan)
  • Menjaga Sopan santun dalam berbicara
  • Menghormati dan menghargai Adat Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam
  • Mengikuti dan mentaati aturan dan ketentuan dari pemandu

 Catatan 

  • Bagi yang mau menyumbangkan pakaian bekas yang masih layak untuk masyarakat Baduy luar di persilakan, nanti kita serahkan kepada perwakilan mereka untuk membagikan.
  • Bagi yang butuh porter untuk membawa tas dan peralatan kami akan bantu carikan masyarakat Baduy dalam, biaya untuk jasa mereka alakadarnya.
  • Karena keseharian mereka, orang baduy dalam adalah berladang dan membuat souvenir cenderamata, kami mewajibkan teman-teman untuk membeli cenderamata dari sana antara lain kain tenun, gelang, tas, baju, ikat kepala dll, harga cinderamata mulai dari Rp. 4.000,- s/d 300.000,- silakan di pilih (kenapa wajib agar mereka merasakan kebahagiaan dengan kedatangan teman-teman kesana) 
  • Untuk Warga Keturunan berkulit putih dan WNA hanya sampai kampung terakhir baduy luar dan stay di sana.

1 komentar:

Hendrik Friedheim mengatakan...


Hey very interesting blog! fafsa login